:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Thursday, August 9, 2012

Apakah Solo Masih Layak Disebut Kampung?

Kebanyakan masyarakat di Jakarta menganggap Kota Solo ibarat sebuah ‘kampung’. Entah apakah masyarakat Indonesia di kota lainnya juga mengatakan hal yang sama, tapi Wong Solo (sebutan untuk orang Solo) masih bangga dengan sebutan ‘kampung’ tersebut. Setahu saya, kampung adalah tempat yang asri, sejuk, nyaman, dan masih banyak kegiatan warga lokal dapat kita temui di kampung. Menyenangkan.

Namun, bagi warga yang berdomisili di daerah Solo Raya, meliputi Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, dan Sragen, Solo adalah sebuah kota pusat dari segala keramaian dan hiburan. Banyak dari mereka mencari nafkah di Solo. Dolan ke Solo merupakan gengsi tersendiri bagi sebagian besar masyarakat di Solo Raya, jalan-jalan, wisata sejarah, belanja di mal dan aktifitas lainnya berpusat di kota ini.

Yang jadi menarik menurut saya, dua presepsi tersebut sangatlah berbeda satu sama lain. Mungkin orang di luar sana (khususnya Jakarta) tidak mengerti betul dengan apa yang terjadi di kota Solo dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan warga yang bersdomisili di Solo Raya tentu akan mengikuti segala perkembangan di Kota Solo yang merupakan mother city-nya. Dengan melihat beberapa gambar Kota Solo dibawah ini, apakah Kota Solo masih layak disebut ‘kampung’?














Saya tidak mengerti betul bagaimana pengertian kampung yang benar menurut masyarakat luas (khususnya Jakarta), namun setahu saya bukannya kampung itu seperti ini ya:

 
 Kampung Luar Batang - Jakarta Utara

- Chez-space.blogspot.com
Share artikel ini:

Reactions:

7 comments:

  1. jangan salaaahh...
    menurut saya., solo malah lebih tertata rapih dari pada jakarta.
    tata kotanya bagus..
    masyarakatnya juga mudah diatur.

    mungkin orang2 dikota besar (khususnya jakarta) menyebut solo sbg 'kampung' dalam artian orang-orangnya yg tidak modern. dengan kesederhanaan mereka, bahasa daerah, dan minimnya pengetahuan tentang teknologi.

    tapiiii...
    nokia pernah mengeluarkan edisi KHUSUS keraton solo yg menggunakan sansekerta solo. saya tau karena mantan pacar saya yang punya.
    hahayyy... ciamikkk ga tuh??
    apa ada edisi lainnya saya ga tau tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. permasalahaannya kota anda tidak bisa menciptakan ekonomi bagi rakyatnya...jadi mereka berbondong2 mencari uang di jakarta, bukan mencari pembenaran sendiri dengan mengatakan mungkin ini mungkin itu...

      Delete
    2. Tau dari mana Warga Solo ke Jakarta mencari uang?

      Delete
  2. anda sedang mencari pembenaran, ukurannya simple..kalopun solo sudah maju..kenapa masih saja pergi ke jakarta dan pada betah dijakarta mencari duit...tinggalah di solo ga usah kejakarta....contoh bali...kenapa orang bali ga di sebut pulang kampung...karena bali sendiri sudah bisa membiayai penduduknya dengan pariwisata

    ReplyDelete
  3. ah perasaan lu doang kali. gua orang Jakarta, pertama singgah di Solo gara2 kuliah disini biasa aja. malah disini gua merasa nyaman. Solo kota yang pas buat ditinggalin. sayang yang gua ga suka cara orang solo yang ga pernah berani negur langsung ke gua kalo gua ada kekurangan. mesti aja nyinyir

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."