:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Friday, December 30, 2011

Serba Batik di Kota Batik

Pekalongan telah lama dijuluki sebagai Kota Batik di Indonesia. Begitu juga dengan Kota Solo, bahkan kota ini menjuluki dirinya sebagai The City of Batik sebagai branding pariwisata. Memang tak salah jika Kota Solo mengklaim dirinya sebagai Kota Batik, disini kita dapat menemukan berbagai hal yang berbau batik, mulai dari bandara, hotel, pasar, karnaval, hingga museum yang semuanya serba batik. Disini saya akan menyebutkan satu-persatu yang serba batik dari Kota Batik.

1. Museum Batik Danar Hadi


Museum Batik Danar Hadi atau dikenal juga dengan sebutan House of Danar Hadi bertempat di sebuah bangunan dengan arsitektur bergaya Belanda. Berada di tengah Kota Solo, dilalui jalan Protokol Slamet Riyadi sebagai jalan utama di kota ini. Disini kita bisa melihat berbagai macam batik karya Danar Hadi, salah satu produsen batik fashion yang sudah sangat terkenal di Indonesia.

Terletak di dalam sebuah kompleks bangunan kuno yang merupakan cagar budaya, bangunan utama di dalam HDH adalah Ndalem Wuryaningratan. Bangunan ini dulunya adalah kediaman seorang pangeran, cucu dari Raja Solo (Kasunanan Surakarta) Sri Susuhunan Pakubuwono IX dan menantu dari Sri Susuhunan Pakubuwono X yang bernama KRMTA Wuryaningrat. Selain sebagai seorang bangsawan Raden Wuryaningrat juga turut membantu perjuangan kemerdekaan dengan bergabung dengan gerakan Boedi Oetomo, Raden Wuryaningrat juga pernah menjabat sebagai ketua Parindra (Partai Indonesia Raya) dan anggota BPUPKI dari Solo. Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke 19 dengan gaya arsitektur unik yang merupakan kombinasi Jawa-Eropa pada zaman patih dalem Sosrodiningrat IV (Perdana Menteri Kasunanan Surakarta dan ayah dari Raden Wuryaningrat). Seiring dengan berjalannya waktu bangunan ini menjadi terbengkalai dan dipenuhi dengan rumput ilalang, sampai akhirnya dibeli PT Danar Hadi pada tahun 1999 dan direnovasi. Sekarang bangunan ini diubah menjadi multipurpose function hall.

2. Pasar Batik Klewer


Siapa yang tak kenal pasar tradisional yang satu ini? Pasar ini sudah benar-benar melegenda di Indonesia, bahkan dunia, sebagai Pasar Tekstil terbesar di Asia. Pasar ini pun memiliki perputaran uang yang kabarnya milyaran rupiah setiap harinya.

3. Bandara Batik Adi Soemarmo


Bandara Internasional Adi Soemarmo merupakan bandara yang penting bagi perekonomian Jawa Tengah. Bahkan bandara ini lebih ramai dibandingkan dengan bandara yang ada di Semarang. Bandara ini mengalami renovasi yang sangat apik dengan menghadirkan suasana batik di setiap sudut bangunannya, sehingga bandara ini pun menyabet gelar sebagai bandara dengan arsitektur terindah di Indonesia.

4. Kampoeng Batik Kauman dan Laweyan


Kampung Kauman terletak bersebelahan dengan Pasar Klewer. Kauman juga dikenal sebagai Kampung Wisata Batik dan merupakan sentra industri batik. Cikal bakal industri batik Kota Solo diyakini berada di tempat ini.


Lawiyan atau Laweyan adalah kecamatan yang terletak di barat Kota Surakarta. Kecamatan ini terkenal karena penduduknya banyak yang menjadi produsen dan pedagang batik, sejak dulu sampai sekarang. Di sinilah tempat berdirinya Sarekat Dagang Islam, asosiasi dagang pertama yang didirikan oleh para produsen dan pedagang batik pribumi, pada 1912.

5. Solo Batik Carnival


Karnaval Batik Solo atau Solo Batik Carnival (SBC) adalah sebuah even tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Para peserta karnaval akan membuat kostum karnaval dengan tema-tema yang di tentukan. Para peserta akan mengenakan kostumnya sendiri dan berjalan di atas catwalk yang berada di jalan Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni sejak tahun 2008.

SBC pada tanggal 19-20 Februari 2010 mengikuti Festival Chingay di Singapura dan juga tampil pada pesta budaya Tong-Tong di Den Haag, Belanda, pertengahan April 2010.

6. Solo Batik Fashion


Fesyen Batik Solo atau Solo Batik Fashion (SBF) adalah pagelaran busana tahunan yang diselenggarakan di Kota Solo yang memeragakan busana-busana batik. Peragaan busana ini dimulai pada tahun 2009. Perbedaan Solo Batik Fashion dengan peragaan busana yang lain adalah lokasi penyelenggaraannya yang dibuka untuk umum sehingga masyarakat kota Solo dapat menyaksikannya tanpa dipungut biaya apa pun. Pagelaran fesyen tahun 2009 dan 2010 diselenggarakan di kompleks Pasar Ngarsopuro, sedangkan tahun 2011 acara ini diselenggarakan di kawasan bundaran Gladag. Pameran baju batik outdoor ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.

7. Batik Solo Trans


Batik Solo Trans merupakan BRT yang ada di Surakarta.Sebelum BST beroperasi adalah bus Damri A. Semenjak BST beroperasi bus Damri (jalur A) dipindah ke jalur B dan BST beroperasi di jalur A. Bus BST melayani jurusan Berangkat dari Palur-Jurug-UNS-RS Muwardi-Pasar Gede-Gladak-Kustati-Gading-Sraten-Jamsaren-Tipes-Bayangkara-Baron-Gendengan-Purwosari-Kleco-Pabelan-Kartosuro. Kembali Kartosuro-Pabelan-Kleco-Purwosari-RS Kasih Ibu-Gendengan-SGM-Sriwedari-Nonongan-LP-Gladak-Balai Kota-Pasar Gede-RS Muwardi-UNS-Jurug-Palur. Rencananya bus ini akan menggunakan kartu pintar untuk membayar ongkos bus, namun sementara ini masih memakai karcis yang langsung dilayani oleh kondektur. Saat ini jumlah halte BST ada 35 rencananya 51 halte. Untuk umum RP.3000,- dan pelajar RP.1500,-. Saat ini Batik Solo Trans juga melayani penumpang hingga Bandara Adisoemarmo.

8. Universitas Islam Batik Surakarta


Berawal dari Universitas Islam Kyai Mojo Surakarta dan ini merupakan pengembangan dari Akademi Akuntansi dan Manajemen Batik Surakarta. Ketika itu universitas ini hanya memiliki tiga fakultas: Hukum, Ekonomi, dan Pertanian. Pada 28 Maret 1989, Universitas Islam Kyai Mojo diganti menjadi Universitas Islam Batik Surakarta.

9. Hotel Batik


Hotel Best Western Solo adalah salah satu hotel bintang 4 di Kota Solo yang mempunyai letak strategis, yaitu di pusat Kota Solo. Hotel ini mendapatkan rekor dari MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai hotel pertama di Indonesia yang menggunakan batik sebagai dekorasi utamanya.

Mari kita cintai batik, bukan hanya sebagai kekayaan budaya Kota Solo, namun juga kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/serba-batik-di-kota-batik.html

Share artikel ini:

Kisah Pesut Mahakam Diujung Kepunahan


Pesut atau ada juga yang menyebutnya lumba-lumba air tawar adalah mamalia yang hidup di sungai, dan diperkirakan akan segera punah. Habitat Pesut di dunia hanya ada di tiga tempat, yaitu Sungai Irrawaddy di India, Sungai Mekong di Asia Tenggara, dan Sungai Mahakam di Indonesia. Dan menurut kabar terakhir, Pesut di Sungai irrawaddy dan sungai Mekong sudah terlajur punah. Hingga sekarang ini hanya tinggal satu saja jenis pesut di dunia, yaitu Pesut Sungai Mahakam.

Pesut hanya hidup di perairan tawar di daerah tropis, seperti Indonesia. Sementara itu kabar menyedihkannya adalah menurut penelitian pada tahun 2007, dikabarkan Pesut Mahakam yang tersisa tak lebih dari 50 ekor. Punahnya mamalia langka ini diprediksi akan benar-benar terjadi jika tidak ada upaya dari pemerintah setempat. Mengingat di Kalimantan sendiri transportasi melalui sungai merupakan transportasi utama, banyak kawanan Pesut Mahakam yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa karena tertabrak kapal yang melintas diatas sungai. Selain di Sungai Mahakam, Pesut ini pun dapat dijumpai di beberapa danau, seperti Danau Jempang, Danau Semayang, dan Danau Melintang.

Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah - tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar.
 
Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Barangkali mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut. Populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Ini adalah suatu hal yang membanggakan bagi negara kita, namun juga menyedihkan tentunya jika kita melihat populasi Pesut Mahakam yang kian menghilang. Mereka hanya membutuhkan tempat hidup yang layak, bebas dari aktivitas manusia yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Pesut Mahakam, semoga saja kalian berumur panjang, dan bukan hanya menjadi catatan sejarah bahwa kalian pernah hidup di bumi. - .Chez-space.blogspot.com

Share artikel ini:

Wednesday, December 28, 2011

Taman Balekambang, Bukti Cinta untuk Putri Raja


Taman Balekambang adalah sebuah kawasan taman hijau yang berada ditengah-tengah Kota Surakarta atau biasa dikenal dengan sebutan Kota Solo. Taman Balekambang pun mengalami renovasi dan perbaikan dari segala sisi belakangan ini. Disini kita bisa melihat kawanan rusa yang sudah jinak yang dilepas bebas bermain bersama anak-anak kecil ataupun keluarga yang berkunjung ke tempat ini. Hewan lain seperti angsa, kanguru, merak, dan kalkun juga bisa kita temukan disini. Selain memberi makan dan bermain dengan hewan-hewan tersebut, kita bisa bersantai di kursi-kursi taman yang disediakan sambil browsing di dunia maya dengan menggunakan koneksi hotspot di area ini. Menyenangkan bukan?

Lalu, apakah kalian tau siapa yang telah membangun taman yang indah ini?

Taman Balekambang awalnya bernama Partin Tuin dan Partinah Bosch, yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro VII tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang beliau pada putri-putrinya GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta maka nama putrinya tersebut diabadikan sebagai nama taman.
Taman Balekambang dulunya dibagi menjadi 2 area. Beliau membangun Taman Balekambang dengan memadukan konsep Jawa dan Eropa, yang mana taman tersebut dibangun tidak hanya menciptakan unsur keindahan saja tapi ada unsur yang utama seperti:

Area yang dinamakan Partini Tuin atau Taman Air Partini berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan atau menggelontor kotoran-kotoran sampah di dalam kota, dan juga sering digunakan untuk bermain perahu. Disini terdapat kolam ikan besar yang sangat asri, ditengah-tengahnya terdapat patung dari salah satu putri raja tersebut.

·         Area yang kedua dinamakan Partinah Bosch atau Hutan Partinah yang merupakan koleksi tanaman langka seprti Kenari, Beringin putih, Beringin sungsang, apel coklat dsb. Partinah Bosch berfungsi sebagai berfungsi sebagai resapan dan paru-paru kota. Disini terdapat kolam kecil dan air mancur yang ditengahnya terdapat patung putri raja yang lain.
·        
Waktu itu balekambang sering diguanakan tempat bersantai/ rekreasi khusus keluarga dan kerabat istana Mangkunegaran, baru pada era KGGPA Mangkunegoro VIII Taman Balekambang di buka untuk umum.

Kerapkali di taman ini juga diadakan pameran dan festival budaya atau pertunjukkan seni lainnya. Biasa diadakan di pendopo ataupun di area outdoor yang biasa digunakan untuk pertunjukkan yang ditata permanen dengan sangat apik. Di tempat ini juga disimpan dua buah batu meteorit yang pernah jatuh di kawasan Surakarta, dan masih dengan ukuran yang cukup besar. Walaupun taman ini tak seberapa luas, namun rekreasi hiburan dan hijaunya taman yang ditawarkan benar-benar sangat indah dinikmati. Menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan utama saya dalam menghilangkan penat kehidupan kota. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com


Share artikel ini:

Monday, December 26, 2011

Ratu Boko, Istana Megah Diatas Bukit


Jika kalian berwisata ke Candi Prambanan, sempatkan sejenak untuk mengunjungi situs ini. Sebuah istana megah terbuat dari batu yang berdiri megah diatas bukit. Ratu Boko namanya, sebuah mahakarya kerajaan zaman dulu yang hingga kini masih menyimpan misteri. Banyak pakar sejarawan yang berbeda menafsirkan fungsi dari bangunan ini. Apakah sebuah istana, candi, atau taman untuk putri raja, masih menjadi misteri sampai sekarang.

Saya mengunjungi tempat ini beberapa waktu lalu, kebetulan saat menjenguk saudara di Jogja. Dulu waktu pertama lewat bukit ini, saya selalu memandangi bangunan yang samar terlihat diatas bukit sambil bertanya "Ini ya yang namanya Ratu Boko itu?", dan diikuti dengan anggukan kepala saudara saya. Hingga suatu hari, saudara saya mengajak untuk melihat lebih dekat ke tempat tersebut. Wah, saya benar-benar excited waktu itu. Tanpa panjang lebar lagi, saya kemudian melaju dengan sepeda motor ke tempat tersebut. Ada dua tempat parkir yang disediakan di lokasi wisata, yang satu berada dibawah, sedangkan yang satunya lagi berada diatas. Saudara saya menyarankan untuk parkir motor dibawah saja, okelah, namun pada akhirnya saya pun menyesal menuruti bujukan maut dia tadi. Why?

Karena disini, alamaaaak, saya harus menaiki anak tangga yang cukup banyak dan menanjak. Sekali lagi, "cukup banyak dan menanjak". Hmm.. Saya hanya bisa melemparkan senyum penuh kebencian kepada saudara saya, dan ia balas dengan senyum seolah menertawai saya (War mode: ON). Hingga sampai diatas, huff.. akhirnya sampai juga. Disini kami menemui sebuah restoran dan ehem, "tempat parkir" yang ada diatas. Jadi teorinya, kalau kita parkir langsung diatas dengan mengendarai kendaraan sampai diatas bukit, kita tidak perlu melalui anak tangga yang penuh derita tadi.


Dan akhirnya saya memasuki pelataran depan Istana Ratu Boko, atau ada juga yang menyebutnya Keraton Ratu Boko atau Candi Ratu Boko, menurut saya itu sama saja. Terserah situs ini mau dijuluki apa, yang pasti sampai disini saya menemukan sebuah gerbang Istana/Candi? yang masih kokoh berdiri. Sangat indah, sedikit teringat saat saya mengunjungi GWK di Bali beberapa saat lalu. Lalu kami berjalan masuk ke dalam gapura tadi, disini hanya ada lapangan yang begitu luas, tanpa atap. Namun masih terlihat jelas beberapa bekas bangunan di samping lapangan luas ini, yang semakin meyakinkan saya bahwa disini pernah ada sebuah istana megah berdiri.

Ada sebuah sendang dan candi di bagian ini, yang katanya candi itu dipakai untuk upacara pembakaran mayat atau ngaben dalam istilah adat Bali. Dilanjutkan ke sisi kiri, ada sebuah tanjakan menuju ke rumah beratap Joglo diatas lagi, kami pun kesana. Setibanya diatas, kami disuguhi pemandangan yang sangat menarik. View Candi Prambanan dari atas bukit, dengan latar belakang Gunung Merapi sangat indah dilihat dari atas sini. Setelah puas menikmati lukisan alam tersebut (sembari beristirahat juga disitu), kami pun melanjutkan "ekspedisi" kami ke bagian kanan istana ini.


Dan.. Saya pun tidak mengira bahwa di bagian ini lebih luas dibandingkan bagian pertama yang saya sambangi tadi. Wow, mungkin saat istana megah ini masih berdiri utuh, bisa jadi istana ini lebih luas dari Candi Borobudur. Ada goa disini, tapi saya tidak menyempatkan kesana karena hari sudah semakin gelap. Namun saya menyempatkan diri sebentar untuk melihat beberapa kolam yang konon katanya dipakai untuk mandi beberapa putri kerajaan saat kerajaan ini masih eksis.


Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan tentang situs yang begitu megah ini, seakan-akan tulisan saya ini masih kurang untuk menggambarkan keindahan reruntuhan istana tersebut. Super indah lah pokoknya. :) (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/ratu-boko-istana-megah-diatas-bukit.html

Share artikel ini:

Sunday, December 25, 2011

Rayakan Tahun Baru yang Berbeda di Solo Car Free Night


Tahun baru selalu identik dengan pesta kembang api, dan satu lagi, "jalanan yang macet". Bosan dengan keadaan seperti itu? Berkunjunglah ke Kota Solo. Pada Perayaan Tahun Baru 2012 kali ini Kota Solo akan menyelenggarakan Car free Night, yaitu pesta perayaan tahun baru di sepanjang jalan protokol Slamet Riyadi mulai dari Tugu Tabanas Purwosari hingga Gapura Gladag. Seperti halnya Car Free Day yang diadakan di Kota Solo setiap minggu pagi, saat acara berlangsung jalan protokol Slamet Riyadi akan ditutup bagi kendaraan bermotor. Hanya pejalan kaki dan pemakai sepeda onthel yang diijinkan memasuki kawasan ini.

Acara Car Free Night yang dikatakan menyedot dana 100 juta rupiah tersebut akan dimulai pukul 21:00 WIB - 01:00 WIB. Bagi pemakai kendaraan bermotor disini akan desediakan kantong-kantong parkir yang tertata rapi. Selain pesta kembang api, acara juga diisi dengan beberapa pertunjukkan karnaval yang menarik. Tunggu apa lagi, ayo datang ke Solo, nikmati perayaan tahun baru 2012 bebas polusi dan macet. Semoga langkah Pemkot Solo yang satu ini bisa ditiru oleh kota-kota lainnya. Sampai bertemu di Solo Car Free Night mendatang. Cayo Indonesiaku, Maju terus Kota Soloku, gegerkan dunia dengan "sensasi-sensasi"mu. Salam berbagi. :) (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/rayakan-tahun-baru-yang-berbeda-di-solo.html

Share artikel ini:

Ada Wayang Raksasa di Solo Paragon Mall


Solo Paragon adalah sebuah kawasan superblock di Kota Solo yang konsepnya sendiri sudah direncanakan beberapa tahun lalu, dan merupakan bangunan tertinggi di Jawa Tengah dan DIY. Apartemen Solo Paragon sendiri sudah jadi 100% dan mulai banyak ditempati warga Solo maupun dari luar kota. Selain itu, apartemen ini juga menyediakan hotel bagi yang ingin bermalam di Kota Solo. Kalau bangunan dari apartemen ini menurut saya mungkin biasa saja, hanya saja yang luar biasa (bener-bener luar biasa) adalah konsep Lifestyle Mall yang belum selesai 100% sampai saat ini.

Mall Solo Paragon sendiri sudah mulai dibuka pada trial opening hari kamis, 8 Desember lalu. Meskipun baru 35 tenant yang buka di mall tersebut, pengunjung yang datang saat itu terlihat sangat ramai. Dan yang membuat mall ini terlihat beda adalah "satu set wayang raksasa yang dipasang di fasade mall". Aneh kan? Tapi bagi saya ini menarik, dimana sebagian besar masyarakat yang sering pergi ke mall bukanlah orang-orang yang suka dengan hal yang berbau "wayang". Konsep ini sekaligus menjadikan mall ini menyabet rekor MURI tepat saat pembukaan berlangsung.

Pemasangan "Wayang Raksasa".

Saya sendiri lebih memilih kesana nanti saat keseluruhan mall sudah jadi. Namun saya pernah kesana sekali (hanya sekedar melihat-lihat), dan baru kali ini juga ada pengalaman unik saya memasuki sebuah mall. Waktu saya parkir kendaraan saya, ada teriakan aneh dari mas tukang parkir disitu. "Ayo, parkir, nonton wayang, nonton wayang". Lho? Maksudnya gimana nih? Orang mau ke mall kok dibilang "nonton wayang?". Dan benar saja, ketika saya memasuki halaman mall, ternyata memang saya yang tidak tahu kalau disini ini ada sebuah pertunjukkan wayang malam itu. :D

Yang satu ini hasil gambar potretan saya sendiri. :)

Kemudian saya melanjutkan masuk ke dalam mall terbesar di Kota Solo tersebut, melihat-lihat beberapa tenant yang cukup ramai pengunjung waktu itu. Dan seperti kebiasaan saya saat di mall, "jajan" di food bazaar sambil ditemani lagu-lagu galau (yaah..). Ada suatu hal yang sangat "sesuatu", dan saya kira bukan cuma saya yang memikirkan hal ini. Kenapa langit-langit pada eskalator di lantai dasar begitu pendek, sehingga kalau mungkin ada orang bule lewat situ alamat dia bakal mental balik kejedot tuh tembok :O.

Terlepas dari kekurangan itu, mall satu ini sangat unik. termasuk juga eskalator di atas tadi. Jadi pesan saya, jaga kepala anda tetap pada tempatnya saat melewati eskalator ini. haha.. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com


Share artikel ini:

Saturday, December 24, 2011

Jangan Ada Teror Bom Lagi di Hari Natal


Besok, tepat tanggal 25 Desember merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi umat Kristen dan Katolik. Mereka menyambutnya dengan penuh suka cita, seperti halnya umat Islam merayakan Hari Kemenangan (Idul Fitri), atau umat lain dengan Hari Besarnya masing-masing. Indonesia umumnya, atau Kota Solo secara khusus akan merayakan hari Natal ditengah keberagaman masyarakat yang berbeda keyakinan. Meski berbeda keyakinan namun tetap menjaga keharmonisan, itu yang diharapkan kita semua. Karena saya pikir semua Agama itu sama, yaitu sama-sama mengajarkan kebaikan.

Aparat Berjaga-jaga mengamankan Gereja.

Di Negara Kita, Hari Natal selalu identik dengan teror bom. Seakan-akan itu sudah menjadi kewajaran, para aparat keamanan berjaga-jaga disana-sini saat perayaan berlangsung. Khususnya mereka mengamankan beberapa daerah vital semisal Gereja dan tempat-tempat umum lainnya. Saya berharap, begitu juga dengan keinginan sebagian besar masyarakat Indonesia, Jangan lagi ada teror bom di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Orang-orang diluar sana banyak yang kagum dan bangga dengan keberagaman dan keharmonisan kita. Jangan coret nama besar negara kita, apalagi menodai nama baik agama kita dengan hal-hal yang sangat bertentangan dengan kemanusiaan dan ajaran agama yang sesungguhnya.

 Pohon natal dipasang di Solo Grand Mall, salah satu Mall di Kota Solo.

Pengertian Natal:
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

(Sumber: Wikipedia)

Kota Solo, rayakan Hari Natal dengan damai dan penuh khidmat, begitu juga dengan kota-kota lain di Indonesia. Itu adalah keinginan kita semua. Jangan ada teror bom lagi. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/ajak-seluruh-umat-beragama-berdoa.html

Share artikel ini:

Thursday, December 22, 2011

Foto-foto Penutupan ASEAN Para Games ke-6 di Solo

Seperti janji saya pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan menampilkan beberapa gambar yang berhasil diabadikan teman saya saat Closing Ceremony 6th ASEAN Para Games di Solo. Walaupun kali ini hanya menggunakan kamera handphone dengan resolusi 2MP, tapi apapun hasilnya ini sangat berharga bagi saya. Good job deh buat kawan saya, semoga foto-foto ini bisa menjadi hal yang sesuatu banget. Alhamdulillah yah. :D













Seharusnya foto saat di panggung pertunjukkan lebih banyak lagi, atau waktu penyalaan kembang api. Tapi bagi saya ini sudah cukup menggambarkan pemandangan disana. Sayang, teman saya tidak menyertakan penampilan dia saat Marching Band (haha, terus siapa yang foto?). Oke deh, cukup itu saja dulu, biarpun apa adanya tapi yang penting karya sendiri. Sipp. Pada gambar diatas juga ada foto anak-anak Marching Band UNS, saat di ruang ganti mungkin. Akhirnya, janji saya sudah terpenuhi. :) Salam berbagi kawan. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/foto-foto-penutupan-asean-para-games-ke.html

Share artikel ini:

Tuesday, December 20, 2011

Closing Ceremony ASEAN Para Games Diguyur Hujan

Selasa, 20 Desember 2011, malam itu hujan lebat mengguyur Kota Solo. Closing Ceremony ASEAN Para Games yang harusnya berjalan meriah harus rela membatalkan beberapa pertunjukkan yang dipersiapkan sebelumnya. Para atlet difabel pun merapat ke arah tribun Stadion Manahan, menghindari percikan air hujan malam itu. Kira-kira begitulah laporan dari teman saya yang kebetulan juga menjadi salah satu pengisi pertunjukkan Marching Band dalam acara penutupan tersebut.

Pengunjung malam itu pun begitu sepi dibandingkan pada acara pembukaan hari kamis lalu. Saya sempat menyuruh teman saya untuk mengabadikan beberapa gambar disana, untuk gambarnya akan saya upload menyusul karena saya juga belum bertemu kawan saya tersebut. Namun yang pasti Indonesia, khususnya Kota Solo telah membuktikan bahwa kita berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Meskipun Indonesia harus rela menjadi Runner Up dan tunduk pada Thailand dalam pesta olah raga kaum difabel se-Asia Tenggara tersebut. Apapun hasilnya, Indonesia pasti akan mampu lebih baik lagi di masa mendatang. Semangat.!!

Foto sudah berhasil saya upload disini. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/closing-ceremony-asean-para-games.html

Share artikel ini:

Monday, December 19, 2011

Umbul Sidomukti, Potret Keindahan Alam Ungaran

Beberapa waktu lalu, saya beserta rombongan berniat untuk berwisata ke daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Ketika saya membaca info tentang tempat tujuan yang memang sengaja diedarkan kepada semua rombongan saat itu, saya tak begitu tertarik, "ini tempat apaan?" pikir saya. Disitu tertulis, Umbul tertinggi se-Asia Tenggara, yaitu terletak di sekitar Gunung Ungaran. Pikir saya lagi, mengapa tidak ke Jogja saja, atau Wonogiri, atau sekalian ke Kota Semarang. Terus ini tempat apaan?

Umbul Sidomukti, ternyata adalah sebuah pemandangan alam yang begitu indah disini. Begitulah yang saya dapati ketika tiba ditempat tersebut. Hawa dingin langsung merasuk ke kulit ketika kami turun dari mobil menuju loket masuk wisata. Ya, saat itu saya berada diatas gunung, entah ketinggian berapa yang pasti saya merasakan oksigen begitu banyak disini. Haah.. Saat perjalanan mendekati tujuan wisata pun saya sudah berimajinasi begitu hebat, karena mobil kami dikelilingi oleh awan putih yang seakan-akan "kami berada diatas awan".

Umbul Sidomukti memang begitu menarik, disini terdapat sumber mata air yang dikatakan tertinggi se-Asia Tenggara tadi. Juga terdapat berbagai wahana outbond yang sangat menantang untuk dicoba. Disediakan juga teropong untuk melihat pemandangan alam sekitar dari atas, gunung Merbabu dan Rawapening pun tampak begitu indah dilihat dari ketinggian ini. Waktu itu keponakan saya mengajak untuk mencoba Flying Fox, namun saya menantangnya untuk permainan yang lebih memacu adrenalin lagi. Dan kami pun mencoba Marine Bridge.


Banyak juga dari rombongan kami yang menjajal permainan ini. Ketika kami masih mengantri, sempat kami menertawai beberapa orang (terutama cewek) yang ketakutan dan bahkan ada pula yang menangis saat berjalan diatas jurang dengan "Jembatan pelaut" tersebut. Haha.. Tapi itu tak lama, karena saat tiba giliran kami, hal serupa pun terjadi. Hehe.. Tapi tentu saja karena saya tidak mau ditertawakan saya pun melaju tanpa rasa takut. Cuma satu tips dari saya, "Jangan melihat ke jurang :D. Sebagai informasi, waktu saya menaiki Marine Bridge ini terlihat jelas dibawah tidak ada pengaman apabila tali terjatuh ataupun pagar disamping. Memang berbahaya, tapi saya justru menganggap ini sesuatu yang menarik, benar-benar memacu adrenalin. :)


Suatu saat nanti saya ingin kembali kesana, bermalam di Camp Ground yang disediakan. Menikmati indahnya alam Ungaran, dan pemandangan dari atas gunung yang begitu "menakjubkan". Semoga. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2011/12/menikmati-keindahan-alam-ungaran.html

Share artikel ini:

Saturday, December 17, 2011

Opening Ceremony ASEAN Para Games 2011, Manahan Bermandikan Cahaya


Opening Ceremony ASEAN Para Games 2011 (15/12/11) yang diadakan di Stadion Manahan Solo Berlangsung secara meriah. Sebanyak 5000 lebih masyarakat setempat yang diberikan tiket oleh pemkot Solo secara gratis memadati seluruh bangku yang disediakan untuk menonton acara tersebut. Termasuk saya yang meskipun saat itu hujan gerimis, saya tetap antusias melihat acara ini. Meskipun tak semegah pembukaan SEA Games di Palembang beberapa saat lalu, namun yang saya lihat kali ini tak kalah hebatnya. Tata cahaya lampu yang apik, dan juga pesta kembang api turut menyemarakkan jalannya pembukaan lomba atletik untuk kaum difabel se-Asia Tenggara tersebut.

Acara dimulai dengan penampilan Marching Band dari UNS (Universitas Sebelas Maret), dilanjutkan delegasi dari kesebelas negara anggota ASEAN, pidato dan pembunyian sirine tanda pembukaan ASEAN Para Games oleh Wapres Boediono. Juga turut hadir Menpora Andi Malarangeng. Acara diisi dengan tarian budaya berjudul "Campursari Nusantara" karya koreografer Deny Malik. Disertai penampilan grup vokal Warna dan Joy Tobing dengan membawakan lagu ciptaan Presiden SBY, Bersatu Dan Maju. Dan seakan menunjukkan identitasnya sebagai Kota Batik, dalam pagelaran ini pun dikemas dalam nuansa batik yang begitu apik. Semua penonton diwajibkan memakai batik, namun yang saya lihat justru banyak penonton hanya memakai kaos. Tapi itu tak jadi masalah, karena penonton benar-benar sangat menikmati acara ini.

Yang tak kalah menarik, saat penyalaan api abadi mrapen ke obor besar diatas bangku penonton, ialah Sabar Gorky, atlet difabel dari Solo ini membawa api meluncur dari atas tribun, dilanjutkan membawa obor ke atas dengan memanjat menggunakan satu kaki. Dia adalah orang hebat, yang telah mengharumkan nama bangsa saat ia menaklukan Gunung Elbrus dan Kilimanjaro di Afrika. Meski malam itu sempat diguyur gerimis, acara tetap berlangsung meriah. Salut.

Foto-foto saat Opening Ceremony ASEAN Para Games 2011, Manahan, Solo:

Sudut pandang saya dalam mengambil foto-foto ini berada di sisi utara, bukan dikelas VIP. Namun saya juga menyertakan video disini bagi yang ingin melihat cuplikan acara ini. Sampai bertemu lagi pada Closing Ceremony mendatang. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com


Share artikel ini:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."