:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Friday, December 30, 2011

Kisah Pesut Mahakam Diujung Kepunahan


Pesut atau ada juga yang menyebutnya lumba-lumba air tawar adalah mamalia yang hidup di sungai, dan diperkirakan akan segera punah. Habitat Pesut di dunia hanya ada di tiga tempat, yaitu Sungai Irrawaddy di India, Sungai Mekong di Asia Tenggara, dan Sungai Mahakam di Indonesia. Dan menurut kabar terakhir, Pesut di Sungai irrawaddy dan sungai Mekong sudah terlajur punah. Hingga sekarang ini hanya tinggal satu saja jenis pesut di dunia, yaitu Pesut Sungai Mahakam.

Pesut hanya hidup di perairan tawar di daerah tropis, seperti Indonesia. Sementara itu kabar menyedihkannya adalah menurut penelitian pada tahun 2007, dikabarkan Pesut Mahakam yang tersisa tak lebih dari 50 ekor. Punahnya mamalia langka ini diprediksi akan benar-benar terjadi jika tidak ada upaya dari pemerintah setempat. Mengingat di Kalimantan sendiri transportasi melalui sungai merupakan transportasi utama, banyak kawanan Pesut Mahakam yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa karena tertabrak kapal yang melintas diatas sungai. Selain di Sungai Mahakam, Pesut ini pun dapat dijumpai di beberapa danau, seperti Danau Jempang, Danau Semayang, dan Danau Melintang.

Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah - tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar.
 
Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Barangkali mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut. Populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Ini adalah suatu hal yang membanggakan bagi negara kita, namun juga menyedihkan tentunya jika kita melihat populasi Pesut Mahakam yang kian menghilang. Mereka hanya membutuhkan tempat hidup yang layak, bebas dari aktivitas manusia yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Pesut Mahakam, semoga saja kalian berumur panjang, dan bukan hanya menjadi catatan sejarah bahwa kalian pernah hidup di bumi. - .Chez-space.blogspot.com

Share artikel ini:

Reactions:

1 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."