:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wednesday, December 28, 2011

Taman Balekambang, Bukti Cinta untuk Putri Raja


Taman Balekambang adalah sebuah kawasan taman hijau yang berada ditengah-tengah Kota Surakarta atau biasa dikenal dengan sebutan Kota Solo. Taman Balekambang pun mengalami renovasi dan perbaikan dari segala sisi belakangan ini. Disini kita bisa melihat kawanan rusa yang sudah jinak yang dilepas bebas bermain bersama anak-anak kecil ataupun keluarga yang berkunjung ke tempat ini. Hewan lain seperti angsa, kanguru, merak, dan kalkun juga bisa kita temukan disini. Selain memberi makan dan bermain dengan hewan-hewan tersebut, kita bisa bersantai di kursi-kursi taman yang disediakan sambil browsing di dunia maya dengan menggunakan koneksi hotspot di area ini. Menyenangkan bukan?

Lalu, apakah kalian tau siapa yang telah membangun taman yang indah ini?

Taman Balekambang awalnya bernama Partin Tuin dan Partinah Bosch, yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro VII tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang beliau pada putri-putrinya GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta maka nama putrinya tersebut diabadikan sebagai nama taman.
Taman Balekambang dulunya dibagi menjadi 2 area. Beliau membangun Taman Balekambang dengan memadukan konsep Jawa dan Eropa, yang mana taman tersebut dibangun tidak hanya menciptakan unsur keindahan saja tapi ada unsur yang utama seperti:

Area yang dinamakan Partini Tuin atau Taman Air Partini berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan atau menggelontor kotoran-kotoran sampah di dalam kota, dan juga sering digunakan untuk bermain perahu. Disini terdapat kolam ikan besar yang sangat asri, ditengah-tengahnya terdapat patung dari salah satu putri raja tersebut.

·         Area yang kedua dinamakan Partinah Bosch atau Hutan Partinah yang merupakan koleksi tanaman langka seprti Kenari, Beringin putih, Beringin sungsang, apel coklat dsb. Partinah Bosch berfungsi sebagai berfungsi sebagai resapan dan paru-paru kota. Disini terdapat kolam kecil dan air mancur yang ditengahnya terdapat patung putri raja yang lain.
·        
Waktu itu balekambang sering diguanakan tempat bersantai/ rekreasi khusus keluarga dan kerabat istana Mangkunegaran, baru pada era KGGPA Mangkunegoro VIII Taman Balekambang di buka untuk umum.

Kerapkali di taman ini juga diadakan pameran dan festival budaya atau pertunjukkan seni lainnya. Biasa diadakan di pendopo ataupun di area outdoor yang biasa digunakan untuk pertunjukkan yang ditata permanen dengan sangat apik. Di tempat ini juga disimpan dua buah batu meteorit yang pernah jatuh di kawasan Surakarta, dan masih dengan ukuran yang cukup besar. Walaupun taman ini tak seberapa luas, namun rekreasi hiburan dan hijaunya taman yang ditawarkan benar-benar sangat indah dinikmati. Menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan utama saya dalam menghilangkan penat kehidupan kota. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com


Share artikel ini:

Reactions:

4 comments:

  1. hebat ya ada fasilitas hotspot segala, coba kalau semua taman seperti bale kambang

    ReplyDelete
  2. dari fotonya keliatan rindang dan asri yah, jadi pengen kesana..
    ehehehe

    oh iya boleh minta komentarnya gak disini?
    http://herzablog.blogspot.com/2011/11/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri.html
    makasih yah sblumnya :)

    ReplyDelete
  3. wow .. keren ya, semestinya setiap bangunan sejarah dipelihara seperti ini, sayangkan kalau gak terurus ;)

    follow sukses

    ReplyDelete
  4. Owh, baru tahu klo sejarahnya balekambang adl bukti cinta sang raja pad putrinya. Klo waktu kecil dulu setahuku area itu tempat PSK 'jualan' cinta, diskotik dan hunian para lelembut...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."