:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 24 Juli 2012

Mengapa Hitler Membantai Yahudi?


Hitler memang terkenal kejam, namun ketajaman analisa hitler tentang Yahudi menjadi sesuatu yang patut dijadikan pelajaran. Ucapannya yang bermakna saat itu, terbuka dikemudian hari. Walaupun benar atau tidaknya ucapan itu masih menjadi perdebatan tapi jelas ungkapan itu menggambarkan ketajaman analisanya.

Perhatikan sebuah ungkapan yang konon dilontarkan pentolan Nazi, Adolf Hitler berikut.

"Ich konnte all die Juden in dieser Welt zu zerstoren, aber ich lasse ein wenig drehte-on, so knnen sie herausfinden, warum ich sie getotet" 
"Bisa saja saya musnahkan semua Yahudi di dunia ini, tapi saya sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa saya membunuh mereka."
Dengan ucapannya itu seolah-olah menggambarkan betapa berbahaya dan dahsyatnya bangsa Yahudi yang (konon) ditakdirkan paling pandai dimuka bumi itu.

Ungkapan itu bukan hanya ramai diperbincangkan di berbagai jejaring sosial tetapi sudah menjadi bahan diskusi menarik yang patut diacungi jempol. Konon, ucapan yang dilontarkannya itulah yang dijadikan acuan bagi tentara Nazi untuk melakukan "pembersihan total" kaum Yahudi di Eropa. Inilah yang belum dapat ditangkap oleh para pemimpin dunia saat ini.

Namun terlepas benar atau tidaknya ungkapan itu, setidaknya kini semua manusia dapat melihat dengan jelas bagaimana aksi brutal bangsa Yahudi. Mulai dari pencaplokan tanah Palestina sejak tahun 1965 hingga pembantaian penduduk sipil di Jalur Gaza dan sekitarnya.

Kebrutalannya yang teranyar dipertontonkan oleh bangsa terlaknat Israel saat menyerang konvoi kapal relawan kemanusiaan yang akan masuk ke Jalur Gaza pada 31 Mei silam.
Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB. Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?
Anda bahkan sulit untuk percaya jika Amerika mengalokasikan 5 milyar US $ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel? bantuan perang tambahan sebesar 4 milyar US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk. Bukankah semuanya jelas sekarang? - Chez-space.blogspot.com

Share artikel ini:

Reaksi:

9 komentar:

  1. kurang tajam cerita dg judul di atas ,sorry

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pendapat anda. Dari pihak saya, Hitler adalah orang sesat, yang hanya menjungjung tinggi rasnya & tidak mau mengakui kelebihan bangsa lain. So sorry to say this buat I do not agree at all what you have wrote in your article.

      Hapus
    2. Tapi memang benar perkataan hitler
      kehebatan yahudi digunakan untuk membantai palestina

      Hapus
  2. alsan lainya apa lgi bro...klo da refrensinya ya thank's

    BalasHapus
  3. emang yahudi terbesar diamerika , makanya israel aman didukung amerika ...

    BalasHapus
  4. kita tunggu ja, hitler berikutnya..

    BalasHapus
  5. Populasi Yahudi Di AS Masih Sedikit Jika Dibandingkankan Dengan Islam, Apalagi Nasrani... Tapi,... Karena Kepandaiannya Orang Yahudi, Mereka Menguasai Parlemen, Jadi Segala Kebijakan AS Tergantung Lobi Yahudi.

    BalasHapus
  6. Jangan melihat sebelah mata gan !!
    Coba baca artikel ini !!
    http://m.kompasiana.com/post/luar-negeri/2012/11/23/fakta-tentang-hitler-yahudi-dan-islam-yang-tidak-terekspos-media/

    BalasHapus
  7. Pernyataan Ɣ benar dn itu terbukti waktu sekarang,....yahudi tuh kejam dn bangsa ƴãnğ susah diatur sejak jaman nabi musa

    Hitler aja menyadari dari dulu,makan Ɣ yahudi sering ∂ï azab oleh allah bahkan jaman moderen dibantai sama nazi..

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."