:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wednesday, July 11, 2012

5 Dampak Kemenangan Jokowi di Jakarta


Menurut perhitungan cepat oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kemenangan kubu Jokowi dengan perolehan suara Jokowi-Ahok 43,04 persen suara, sedangkan Foke-Nara hanya 34,17 persen suara. Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini berada di peringkat ketiga dengan 11,77 persen, disusul kemudian pasangan independen Faisal Basri-Biem Benyamin dengan 4,83 persen suara pada Pilkada DKI Jakarta kali ini.

Dan apabila perhitungan itu tepat, maka sebentar lagi akan diselenggarakan putaran kedua antara Jokowi dan Foke. Apabila Foke memenangkan pertarungan ini, saya kira Jakarta tak akan jauh beda dari sekarang. Namun apabila Jokowi terpilih nantinya, tentu akan terjadi perubahan yang saya kira akan berpengaruh ke berbagai aspek sosial dan politik di Jakarta. Namun khusus untuk masalah kemacetan dan banjir, saya kira siapapun Gubernurnya akan sulit jika tidak ada partisipasi dari masyarakat.


1. Majunya usaha lokal
Jokowi secara tegas menolak menjamurnya mall di Kota Solo, hal ini sepertinya juga akan diterapkan di Jakarta. Dengan menolak dan menyeleksi investor asing bukan berarti Jokowi mematikan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Jakarta, justru ia akan memajukan sektor tersebut dengan mendidik dan menyediakan tempat yang layak bagi pengusaha lokal yang berjumlah besar.


2. Berkurangnya wilayah pemukiman kumuh
Hal ini bisa dibuktikan saat pemerintahannya di Kota Solo. Dalam dua periode ia memerintah di Solo dengan APBD yang tidak terlalu banyak, pemukiman miskin dan kumuh semakin berkurang, bila Anda kurang percaya dengan hal ini Anda bisa tanya rekan Anda di Solo, apa yang terjadi di Solo dulu dan sekarang? Di Solo Jokowi mengganti pemukiman tak layak dengan sejumlah rusunawa yang layak huni.


3. Bertambahnya turis asing di Jakarta
Hal ini juga sudah terjadi di Solo. Dengan Jakarta yang mempunyai standar sebagai kota internasional akan lebih menarik lagi bagi turis asing untuk bertinggal lama-lama disini. Apabila Jakarta bersih, dan satu lagi apabila Jokowi dapat menyelesaikan masalah macet di Jakarta (inilah yang membuat turis tidak betah tinggal di Jakarta).


4. Jakarta lebih hijau
Tidak perlu diragukan lagi, sebagai lulusan sarjana kehutanan, Jokowi akan membuat Jakarta lebih hijau dari sekarang. Di Solo Jokowi benar-benar merealisasikannya dengan membangun dan memperbarui beberapa taman di Solo. Sudah pernah berkunjung ke Jalan Slamet Riyadi? Jakarta akan seperti itu nantinya.


5. Dukungan untuk PDIP dan Megawati bertambah
Untuk yang satu ini mungkin tak perlu saya jelaskan detailnya semua juga pasti sudah tahu. Dengan bobroknya sistem pemerintahan saat ini, dan melambungnya nama Jokowi di media massa (dan bila nantinya benar-benar terpilih sebagai Gubernur DKI) menjadi kesempatan emas partai banteng ini untuk meraih simpatik dari masyarakat.


Mengapa saya selalu mengambil contoh dari Kota Solo, karena rakyat yang cerdas sekarang ini hanya akan mendengar bukti, bukan janji. Dan semua rekam jejak dan bukti Jokowi dapat dilihat jika kita membicarakan Kota Solo, dan (Insyaallah) Jakarta. - Chez-space.blogspot.com


Share artikel ini:

Reactions:

32 comments:

  1. ya nomor 5 yg ga menarik, 1 2 3 4 bagus banget

    ReplyDelete
  2. Bagus juga tulisannya,, tapi... lebih bagus lagi yang dampak no. 5 dihapus :-)

    Mau meningkatkan pasif income anda sekarang !!!
    kunjungi http://takeitme.blogspot.com

    Salam Sukses Jakarta Kotaku

    ReplyDelete
  3. jakarta akan lebih maju dan berkembang dengan pemimpin yang baru dan segar daripada saat ini.

    ReplyDelete
  4. Yg bilang No.5 ga menarik, berarti bukan org sadar, mungkin antek2 koruptor,justru No.5 telah melakukan kampanye tanpa money politik meski hanya memperoleh suara 5%(100% murni), dah pasti hasil APBD ga akan nyetor unt kepentingan PARPOL, kalau gubernurnya dr parpol sm aja bohong, ga bakal ada perubahan, hanya memperkuat amunisi untuk pemilu 2014.

    ReplyDelete
    Replies
    1. woi yg bahas calon no.5 sapa?? yg di maksud poin no.5 :(

      Delete
    2. ente OOT Dodol... :ngakak

      Delete
    3. makanya mas...kalo pulsa pas-pasan jgn ikutan....baca keburu-buru jadi malu-maluin keluarga deh....hahahah

      Delete
    4. kwkwkwkwk.... kulo tiyang jawi tengah, pak jokowi itu sering berselisih paham dengan gubernurnya yg notabene sama2 dari PDI-P.... jdi tdk usah khawatir kredibilitas pak jokowi dalam membela kepentingan rakyat.

      Delete
  5. Tunas Cendikia@ (keblinger)Yg minta No.5 dihapus, adalah org sinting yg pura2 pinter, Independen timbul krn PARPOL yg ada saat ini dinilai tdk memikirkan kepentingan rakyat...kalau mau dihapus baiknya KTP anda sj dr kependudukan DKI mestinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas, maksudnya no 5 mah, "urutan 5 dampak kemenangan jokowi di jakarta" bukan pasangan no urut 5 pada putaran pertama pilkada DKI 2012. coba simak lagi baik2

      Delete
  6. Soal Jokowi saya setuju dan salut banget. Mudah2an putaran kedua tidak ada halangan berarti untuk maju menggantikan pak kumis.

    ReplyDelete
  7. hahahahahahahahahahahaha.... ini mah berantem krn salah materi/substansi. yg dimaksud no. 5 disini, dampak yg ke 5 jika jokowi terpilih. bukan kontestan pilgub no. 5..... :D salaman gihhh... wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.....

    ReplyDelete
  8. untuk poin 1 sampai 4 ane setuju, tapi poin 5 ? ga juga kaleee

    ReplyDelete
  9. iya nih koq malah membahas calon no.5 yg di maksud tu poin no.5 dampak di atas... kwkawkakwakwkawka... makanya kalau baca tu jngn cepat esmosi :)

    ReplyDelete
  10. Banyak orang yang mengatakan Jokowi & Ahoknya OK tapi PDIP nya no, ini kejadiannya akan sama seperti ephoria pemilihan SBY, saat itu banyak yang suka sama SBY nya OK tapi no Demokratnya, akhirnya karena bukan partai mayoritas maka akan digoyang terus semua kebijakannya oleh DPRD yang partainya jadi mayoritas

    This is Politic men bukan kerja sosial... jadi mari kita tunggu, mudah mudaha Jokowi & Ahok bisa lebih berani walaupun tidak di dukung Partai mayoritas.

    ReplyDelete
  11. Ini tipikal orang oot dikit-dikit ribut. ma harus disebut orang utan. vis gak usah berantem-2. coba belajar damai.

    ReplyDelete
  12. apapun makanannya minumnya teh botol sosor....
    tenang saja,, orang berhati mulia berpegang teguh terhadap Agama dan bekerja dengan ikhlas....
    insya Allah Jokowi akan melakukan tugasnya dengan baik bila terpilih menjadi Gubernur DKI...

    ReplyDelete
  13. jokowi hebat, sepertinya orang lebih percaya pada orang dari pada partai, jadi tidak usah khawatir dengan no 5

    ReplyDelete
  14. saya rasa, poin 5 emang perlu di hapus....
    malah mungkin yang maju pil pres Jokowi aja....
    saya orang solo, dan kebetulan saya satu almamater SMA dengan Jokowi....
    saya yakin dengan kepimpinan beliau, warga jakarta insya Allah akan mengalami perubahan.....
    sukses buat jokowi n warga DKI...

    ReplyDelete
  15. Point 5, kecipratan sudah pasti. Itung2 sbg bonus. Dari berita bukannya Banteng gembul tidak support JW, Ibu yang hak VETO memilih JW (pas mata Ibu lagi lempeng milihnya).
    Insya Allah JW terpilih dan bisa sukses meWONGkan masyarakat, tidak lu lu gue gue, stress macam2 macet,banjir, razia ngak jelas dlsb.

    ReplyDelete
  16. ckckck.. say no to kumis.. masak banjir dikatakan cuma genangan aer... sakit hati gue sama tu kumis.. ckckc.. gak bakal gue milih kumis...

    ReplyDelete
  17. ONTOSENO SYAIFUL ISLAMAugust 4, 2012 at 6:03 PM

    NOMOR LIMA (5) DIHAPUS AJEEE..... BIAR VALID BENEER ITU.

    SOALNYA DIA KAGAK BECUUUUSS.... PINTERAN KADERNYA(JOKOWI) DRPD PIMPINAN PARPOLNYA(MEGA)

    ReplyDelete
  18. Tahu nggak? Penghijauan di Solo adalah "program korupsi", tuh dinasnya sedang dilempar untuk menghadapi proses hukum (emang sekarang bawah korupsi atas nggak kecipratan? Musim setoran, bro!). Jokowi membatasi mall? Ya, karena solo sempit sudah tidak ada lahan lagi yang bisa dijual. Jakarta lancar? Solo yang kecil saja makin macet. Jakarta bebas banjir? Solo yang sejengkal saja tiap musim hujan tiba makin terendam. Ini bukti bukan caci maki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. idih, ketahuan ini nih bukan orang solo..

      Delete
    2. ni pasti jg pny kumis alias antek kumis,ke solo pacul ndasmu sisan..

      Delete
  19. Pokoknya JOKOWI AHOK.....yang lain lewaatttttt.......its jokowi the real leadership

    ReplyDelete
  20. Setidaknya juga sampai 2014 ini kestabilan keamanan Jakarta akan lebih terjamin karena dibelakang JOKOWI-AHOK ada juga PRABOWO SUBIANTO yang akan melaju ke 2014, karena Prabowo akan "menggunakan" Jokowi-Ahok untuk meraih simpati warga Jakarta

    ReplyDelete
  21. Wah rame bnget..
    to bro admin, ni kunjung baliknya terimakasih sdah berkunjung ya :)

    ReplyDelete
  22. 1. tingkat kemiskinan di Solo malah lebih tinggi dari Jakarta
    http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1851123/tingkat-kemiskinan-solo-lebih-tinggi-dari-jakarta

    2. Solo belum bisa mengatasi kemacetan lalu-lintas
    http://www.timlo.net/baca/27931/rencana-pembangunan-underpass-masih-dikaji/

    3. Solo belum bisa mengatasi banjir
    http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1891514/amien-rais-solo-masih-kumuh

    5. Solo belum mampu mengelola keuangan daerah dengan efektif
    http://www.solopos.com/2012/solo/tunggakan-listrik-pemkot-libatkan-bpkp-untuk-audit-162484

    6. Solo belum bisa memberikan pelayanan pendidikan bagi anak usia sekolah
    http://indonesiaku.lintas.me/go/solopos.com/27.776-anak-solo-putus-sekolah/

    ReplyDelete
  23. artikel ini bisa jadi insipirasi dalam penulisan saya untuk tugas kuliah.

    numpang meng-quote ya...
    terima kasih.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."