:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Thursday, June 28, 2012

Solo, dari Kampung Menjadi Kota yang Begitu Indah




Foto: visitsoloraya.blogspot.com

Kota Solo sangat terkenal dengan budaya Jawanya yang masih sangat kental. Sampai saat ini, pembangunan di Kota Solo menjadi semakin agresif, namun tak juga melunturkan budaya lokal itu sendiri. Terlebih saat pemerintahan kota ini dipimpin oleh sosok Joko Widodo atau lebih dikenal dengan Jokowi. Artikel saya berikut ini bukan bersifat kampanye atau semacamnya, berkaitan dengan Jokowi yang maju dalam pemilihan Gubernur DKI, namun hanya untuk menunjukkan dan memberi inspirasi dan contoh teladan bagaimana menata kota yang seharusnya.

Berikut gambaran perubahan Kota Solo dulu dan sekarang:

1. Penertiban PKL yang biasanya terjadi bentrok bahkan hingga aksi kekerasan, tidak demikian yang terjadi di Solo. Penertiban berjalan secara damai dan disediakan tempat baru yang lebih layak, proses perpindahan ke tempat baru pun terbilang unik dengan menyelenggarakan kirab budaya.

2. Demo massa berubah menjadi rembug warga. Disini warga bisa berperan lebih aktif dan lebih "didengarkan" dengan menyampaikan secara langsung gagasan dan keluh kesah mereka.

3. Pilihan transportasi massal yang semakin beragam di Kota Solo ditujukan sebagai solusi kemacetan beberapa tahun kedepan. Selain itu, untuk lebih mengakomodasi transportasi yang saling berhubungan antara bandara internasional, terminal bus kota, dan stasiun kereta api.

4. Satpol PP berubah menjadi pengayom yang hangat. Berbeda dengan kondisi Satpol PP kebanyakan yang terlihat garang dengan membawa pentungan, di Solo pentungan dan tameng satpol PP dikandangkan.

5. Sistem pelayanan menjadi lebih mudah dan terbuka. Membuat KTP tidak harus menunggu lama, 1 jam bisa jadi. Dulu saya penah berpikiran begini, apa sih beratnya buat KTP harus nunggu sekian hari. Dan akhirnya di Solo hal itu tidak ditemukan lagi. :)

6. Pinggiran sungai Kalianyar ditata rapi dan dibuatkan taman. Mungkin next sungai Bengawan Solo juga akan menyusul, karena dibutuhkan biaya yang lebih besar lagi untuk sungai tersebut. Saat ini di pinggiran Bengawan Solo telah dibangun urban forest di beberapa bagian, banyak warga melakukan aktifitas memancing disini.

7. Para pejalan kaki di Kota Solo bisa lebih nyaman sekarang dengan adanya City Walk. Lajur Pedestrian ini memanjang di sepanjang Jl Slamet Riyadi dengan ukuran yang lebih lebar dari trotoar, dan ditumbuhi pohon-pohon rindang yang teduh. Saat ini City Walk juga telah dibangun di daerah Pasar Kliwon.

8. Revitalisasi dan pemugaran pasar tradisional sangat kerap dilakukan di kota ini. Beberapa pasar seperti Pasar Gading, Pasar Kleco, Pasar Windujenar, Pasar Depok, dan masih banyak lagi (rencana saat ini: Pasar Gede dan Pasar Klewer). Bahkan Pasar Gede terpilih sebagai pasar tradisional terbersih di Indonesia, walaupun menurut saya mestinya Pasar Gading lebih layak untuk gelar tersebut.

9. Pusat jajanan malam bernama Gladag Langen Bogan atau disingkat Galabo menjadi salah satu tujuan wisata malam yang terkenal di Solo selain Ngarsopuro. Kedua fasilitas Kota Solo ini mirip dengan konsep kota-kota lain di Eropa atau Singapura, karena Walikotanya sendiri juga sering maen kesana. :)

10. Kota Solo menjadi salah satu kota MICE di Indonesia. Dengan banyaknya diselenggarakan event-event internasional di kota ini, dan semuanya berjalan dengan aman, maka Kota Solo menjadi salah satu kota MICE bersama Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. (bisa dicek di indonesia.travel). dan Kota Solo juga menjadi nominator New 7 Wonders of Cities bersama Jakarta. - Chez-space.blogspot.com

Share artikel ini:

Reactions:

2 comments:

  1. Keren juga ya Solo berkat Jokowi...

    ReplyDelete
  2. Klo skrg bgm? Kan bukan jokowi lagi yg pimpin.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."