:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 23 Januari 2012

Macam-macam Demam di Indonesia

Demam dikenal masyarakat luas sebagai sebuah penyakit dengan ciri-ciri berupa tubuh penderita yang mendadak panas, sementara yang dirasakan penderita adalah hawa dingin yang merasuk kulit. Tapi "demam" kali ini lain. Yang akan saya bicarakan disini adalah macam-macam demam di Indonesia yang bukan berupa penyakit, atau mungkin bisa dikategorikan penyakit (kalau pun iya, berarti penyakit jiwa. Ada saran?). Demam disini bisa berupa suatu euforia berlebihan, atau budaya masyarakat modern yang mengikuti arah tren saat itu. Bisa juga diartikan sebagai bentuk kesuksesan sebuah "produk" untuk mencoba merasuk di tengah-tengah kehidupan masyarakat luas.

1. Demam Boyband Korea

 
Demam ini bisa dibilang sebagai demam yang hingga kini pun masih banyak ditemukan pada anak-anak muda di Indonesia. Mulai dari anak sekolah hingga artis papan atas, saya rasa semua telah intim berkenalan dengan hal-hal yang berbau Korea. Beberapa Boyband Korea yang namanya dikenal luas di negara kita adalah Super Junior, Big Bang, 2 P.M., Shinee, dll. Saya sendiri tidak begitu hafal dengan nama-nama Boyband tersebut, namun ada juga beberapa dari lagu mereka yang saya sukai, yang menurut saya enak untuk didengar.

Boyband sendiri adalah suatu grup vokal yang terdiri dari 2 (dua) orang atau lebih (tapi saya belum pernah lihat ada Boyband beranggotakan 2 orang saja), mereka biasanya membawakan lagu dengan gaya dance yang kompak dan apik. Munculnya Boyband Sm*sh adalah salah satu penanda masuknya demam ini di Indonesia. Meskipun Sm*sh bukan merupakan Boyband pertama di Indonesia, namun kemunculannya yang disaat masyarakat sedang menggandrungi Boyband Korea membawa dampak yang kemudian banyak bermunculan Boyband-boyband sejenis di Indonesia.

2. Demam BlackBerry


Demam BlackBerry terjadi cukup lama di Indonesia, meskipun sekarang kian surut setelah kemunculan sistem berbasis Android yang makin marak dijejalkan di ponsel-ponsel terbaru saat ini. Mulai dari artis ibukota, pejabat, pengusaha, pegawai negeri, mahasiswa, pelajar, semua tertarik membeli BlackBerry. Jelas saja, demam yang satu ini merupakan demam yang secara sepihak memberi keuntungan pada RIM (Research in Motion) selaku perusahaan pembuat ponsel tersebut.

Meskipun pada kenyataannya di negara kita, membeli BlackBerry sama saja dengan membeli gengsi. Saling tukar nomor PIN tiba-tiba menjadi sebuah ritual yang wajar kita temui dikalangan anak muda. Mungkin ada beberapa orang di Indonesia yang membeli BlackBerry dan memanfaatkan fitur-fitur didalamnya secara penuh, namun banyak diantara pengguna BlackBerry tidak tahu-menahu apa nama sistem operasi dalam handphone mereka (sistem operasi itu apa ya?), yang mereka tahu cuma bisa BBM-an saja. Aneh? Ya, memang.

3. Demam Facebook


Mungkin ada yang berpendapat lebih tepat dinamai dengan Demam Social Network, namun saya lebih suka menamainya dengan Demam Facebook. Selain mudah diingat, Facebook menurut saya adalah satu-satunya situs jejaring sosial yang hingga kini masih populer, dan merangkul semua komunitas masyarakat di Indonesia. Bermula dari Friendster, yang saat itu masyarakat masih belum begitu akrab dengan internet. Hingga sekarang Twitter, yang mendadak menjadi populer setelah Facebook terlanjur terkenal dan seakan menjadi budaya bangsa sendiri.

Facebook muncul disaat yang tepat, saat internet sudah tak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kemunculan Facebook menghadirkan suatu aliran sinergi yang bersifat mutualisme. "Hape gue bisa buat Facebook-an", merupakan sebuah pertanda ada suatu kemajuan di bidang telekomunikasi, yang itu juga berarti Facebook akan lebih mudah dikenal dimana setiap orang di Indonesia sangat menggemari perangkat telepon genggam. Gaung internet melalui hp tak pernah membuat orang tertarik sebelum kemunculan situs jejaring sosial yang satu ini.

4. Demam Android


Demam yang satu ini adalah penyebab paling utama runtuhnya popularitas BlackBerry di Indonesia. Seperti biasa, masyarakat kita selalu "telat" jika harus mengikuti trensetter yang lebih dulu berkembang diluar negeri sana. Perlahan-lahan Android masuk ke Indonesia, perlahan-lahan pula terlihat kepunahan BlackBerry semakin dekat. Tarif BBM yang kini kian murah, justru dipertanyakan setelah kemunculan Android. Kalah tenar kah?

Operator pun semakin pintar, perlahan meninggalkan BlackBerry dan ikut nimbrung di lahan Android yang dipastikan akan memberi hasil panen yang lebih memuaskan. Kalaupun Android harus menggantikan posisi BlackBerry saat ini, itu berarti masyarakat kita telah cerdas dalam memilih kualitas dari sebuah produk.


5. Demam Tablet PC


Demam Tablet PC tak lepas dari Demam Android yang lebih dulu hadir menyapa masyarakat Indonesia. Seperti kita ketahui, sebagian besar Tablet PC memakai sistem operasi Android. iPad menjadi pelopor munculnya demam satu ini, meskipun tidak memakai sistem operasi Android, terbukti nama iPad menjadi terkenal di kalangan masyarakat. Bahkan ada yang lebih familiar menyebut semua jenis Tablet PC dengan sebutan iPad.


6. Demam Mobil Nasional


Demam mobil nasional ini bermula dari gebrakan Walikota Solo yang mengganti mobil dinasnya dengan mobil buatan anak SMK. Hingga sekarang terus bermunculan mobil-mobil nasional yang dulu terkesan tidak terlalu dilirik media massa, sekarang memanfaatkan momen ini untuk membangkitkan industri mobil nasional yang dari dulu tak pernah membuahkan hasil yang memuaskan. Setelah mobil nasional berhasil membuat demam di kalangan masyarakat, tak tertutup kemungkinan bakal muncul mobil-mobil murah dari produsen luar seperti China dan India.

7. Demam Fixie


Fixie adalah sepeda berjenis Fixed Gear, yang artinya gear belakang pada sepeda itu tidak dinamis, sehingga sepeda seperti ini tidak membutuhkan rem. Lalu apa yang menyebabkan Fixie menjadi sebuah demam di Indonesia? Saya tidak tahu pasti, tapi demam yang satu ini kebanyakan hanya terjadi pada anak-anak remaja saja, seperti pelajar maupun mahasiswa. Fixie dipoles dengan warna-warni yang nyentrik dan warna-warna tersebut menggambarkan tentang pemilik kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Meskipun Fixie berstatus sebagai "sepeda", namun dalam komunitas Fixie pun sepeda ini lebih ditonjolkan sebagai sebuah bentuk freestyle. Jarang kita temui orang mengendarai Fixie untuk bepergian jarak jauh. (Andy Catur)
.Chez-space.blogspot.com

Sumber berita: http://chez-space.blogspot.com/2012/01/macam-macam-demam-di-indonesia.html

Share artikel ini:

Reaksi:

1 komentar:

  1. mungkin sebentar lagi demam stupid monkey kali ya sob, hehe ^_^

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."