:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::

WELCOME TO CHEZ-SPACE.BLOGSPOT.COM | SELAMAT DATANG | JANGAN LUPA FOLLOW YAH | DITUNGGU KOMENTARNYA | THANK YOU
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Showing posts with label CULTURE. Show all posts
Showing posts with label CULTURE. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

Tanda-tanda Datangnya Malam 'Lailatul Qadar'


Bulan Puasa Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Salah satu keistimewaan bulan ini adalah satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, yakni Lailatul Qadar (malam seribu bulan).

Banyak ayat di dalam Al-Quran yang menceritakan tentang keistimewaan malam ini. Diantaranya adalah Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS: Al-Qadr (97) ayat 1-5).
Dikatakan satu malam dengan barakah seperti 1000 bulan, karena di malam tersebut para malaikat dan Jibril turun ke bumi serta memohon kepada Allah SWT agar mengkabulkan doa’-do’a hambanya. Kemuliaan malam ini berakhir dengan terbitnya fajar.
Lantas tahukah Anda mengenai tanda-tanda malam Lailatul Qadar itu akan datang? Berikut adalah beberapa tanda yang pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadistnya.
  1. Udara dan suasana pagi yang tenang. Dari Ibnu Abbas radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah”.
  2. Cahaya matahari melemah keesokan harinya, bersinar cerah tapi tidak kuat. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan”.
  3. Bulan nampak separuh bulatan. Dari Abu Hurairoh radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan”.
  4. Malam yang terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan binatang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)”.
  5. Terkadang terbawa ke dalam mimpi. Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.
  6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
Semoga dengan keterangan di atas, semakin menambah kesempurnaan Kita dalam melaksanakan Puasa Ramadhan kali ini.

- Chez-space.blogspot.com
Share artikel ini:

Monday, May 14, 2012

Tradisi Apem Sewu di Kampung Sewu

sumber gambar: omahsinten.net

Beberapa minggu yang lalu tentu kita masih teringat akan suatu peristiwa bentrok antar ormas di Kota Solo, tepatnya di kelurahan Kampung Sewu. Namun apakah kalian tahu bahwa dibalik peristiwa tidak menyenangkan tersebut, sebenarnya Kampung Sewu sendiri menyimpan suatu tradisi yang sangat unik, Apem Sewu namanya.

Apem sewu adalah acara ritual syukuran masyarakat Kampung Sewu, Solo, yang digelar setiap bulan haji (bulan Zulhijah-kalender penanggalan Islam). Ritual syukuran itu diadakan untuk mengenalkan Kampung Sewu sebagai sentra produksi apem kepada seluruh masyarakat sekaligus menghargai para pembuat apem yang ada di sana.

Selain itu, ritual ini pun dibuat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena desa dan tempat tinggal mereka terhindar dari bencana. Mengapa begitu? Menurut Ketua Pelaksana Kirab Apem Sewu, Pak Hadi Sutrisno, letak Kampung Sewu Solo ini adanya di pinggir Sungai Bengawan Solo, termasuk daerah rawan banjir. Makanya, masyarakat mensyukurinya.

Sejarah Tradisi Apem Sewu

Tradisi apam sewu berawal dari amanah yang disampaikan Ki Ageng Gribig kepada seluruh warga untuk membuat 1.000 kue apam dan membagikannya kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.
 
Sejalan dengan berkembangnya zaman, maka ritual kirab apem sewu ini diawali dengan kirab budaya warga Solo yang memakai pakaian adat Solo, seperti kebaya, tokoh punakawan, dan kostum pasukan keraton.
Anak-anak sekolah juga menjadi peserta kirab dengan menampilkan marching band SD, atraksi Liong (naga), serta aneka pertunjukan tarian tradisional dan teater.

1.000 kue apem yang sudah disusun menjadi gunungan itu diarak dari lapangan Kampung Sewu menuju area sekitar kampung sepanjang dua kilometer. Acara kirab berlangsung selama satu hari, yang dimulai dengan prosesi penyerahan bahan makanan (uba rampe) pembuat kue apam dari tokoh masyarakat Solo kepada sesepuh Kampung Sewu di Lapangan Kampung Sewu, Solo.

Wednesday, April 18, 2012

Akhir Kisah Pabrik Es Sari Petojo

sumber gambar: solopos.com

Bekas bangunan pabrik es Sari Petojo di Kota Solo yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan publik kala ada perbedaan pendapat antara Walikota Solo, Joko Widodo, dan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo kini telah mencapai keputusan final. Bekas bangunan pabrik es seluas 13.400 meter persegi akan didirikan bangunan hotel seluas 13.000 meter persegi, dan 400 meter persegi sisanya yang meliputi bangunan rumah dinas tetap dibiarkan sebagai bangunan cagar budaya.

Sebelumnya, ada perseturuan antara Jokowi dan Bibit yang membuat masyarakat Solo marah dimana Bibit Waluyo selaku Gubernur Jawa Tengah mengatakan bahwa Jokowi "BODOH" di media massa. Dia mengatakan bahwa Jokowi sebagai Walikota Solo seharusnya menurut pada keputusan Gubernur dan tidak malah membangkang. Kala itu Jokowi menolak pembangunan mal di kawasan tersebut karena berdekatan dengan pasar tradisional dan menurutnya akan mematikan pasar tersebut.

Setelah pernyataan Bibit tersebut sampai ke telinga masyarakat Kota Solo, sontak seluruh warga pun mengecam Bibit sebagai pejabat yang tidak mempunyai etika. Mulai dari mahasiswa, pedagang, hingga tukang becak melakukan unjuk rasa besar-besaran, bahkan ada diantara mereka yang membawa spanduk berbunyi "Sak goblok-gobloke Walikotaku, iseh luwih goblok Gubernurku", yang bila diartikan berbunyi "Sebodoh-bodohnya Walikotaku, masih bodoh lagi Gubernurku".

Saat kejadian itu pula banyak saya temui spanduk-spanduk di pasar-pasar di Kota Solo yang bertuliskan STOP PEMBANGUNAN MAL DI SOLO, spanduk tersebut berukuran besar dan dipajang di setiap pasar tradisional di Kota Solo. Namun sekarang antara Jokowi dan Bibit sudah tidak ada lagi perseteruan dan semuanya berjalan damai, meskipun Bibit tidak pernah mengucapkan maaf kepada awak media maupun langsung kepada Jokowi.

Saat ini di lahan tersebut akan dibangun sebuah hotel berbentuk tower atau pencakar langit setinggi 16 hingga 20 lantai yang terdiri atas 160 kamar, dengan fasilitas penunjang antara lain convention hall, spa, restoran, dan kompleks pertokoan. Selain itu juga dilengkapi bioskop dan ruang memorabilia, sehingga bisa menarik pengunjung. Berbeda dengan mal, pembangunan hotel di Kota Solo saat ini memang sedang digencarkan. (Andy Catur)
Chez-space.blogspot.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."