:::::: Welcome :: Selamat Datang :: Sugeng Rawuh :: いらっしゃい :::::::
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gedung Bank Indonesia (BI) di Kota Solo kini semakin mempercantik
diri. Jika sebelumnya Gedung Bank Indonesia merupakan satu gedung tua
bergaya kolonial yang dibangun sekitar tahun 1980-an, kini telah
dibangun Gedung baru di sebelah selatan gedung yang lama. Gedung baru
ini berkonsep modern, namun tetap dapat menyatu dengan gedung lama,
selain itu, antara gedung BI lama dan yang baru terdapat sebuah jembatan
untuk akses masuk antara keduanya.
Yang unik,
pembangunan gedung BI yang baru ini tetap mempertahankan sebuah pohon
besar yang ada di kompleks gedung tersebut, bahkan pohon ini tetap
dibiarkan tumbuh di dalam tengah halaman gedung BI (jadi malah mirip di
dalam akuarium kalau dilihat dari depan). Di halaman depan pun
dipercantik lagi dengan menaruh air mancur disertai dengan logo Bank
Indonesia. Sementara di sepanjang sisi gedung baru yang menghadap ke
jalan raya terlihat tidak ada pagar sama sekali, hanya terpisah oleh
rumput taman. Memang disengaja, sebab Walikota Solo sebelumnya yaitu Ir.
Joko Widodo membuat konsep Kota Solo di masa mendatang sebagai
ecocultural city.

Gedung BI Solo yang baru (sebelum dipasang jembatan)
Gedung BI yang lama
Jembatan penghubung gedung BI lama dan yang baru
Pohon besar di tengah gedung BI
Air mancur di depan gedung BI
- Chez-space.blogspot.com
Share artikel ini:
Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan alasan PT Rizki Adi Perkasa (RAP) selaku investor pembangunan Gapura Makutha mengada-ada terkait kembali molornya proses pengerjaan gapura. Rudy mengungkapkan jika ada kemauan, kontraktor diyakini bisa menyelesaikan sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Sebelumnya, investor menyatakan proses pembangunan tidak sesuai tenggat lantaran pengerjaan sempat terhenti sementara saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang ke Solo guna menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) GP Ansor beberapa waktu lalu. “Itu kan pekerjaan besi, kalau ada kemauan pasti bisa selesai.Alasannya mengada-ada, itu bukan
force majeur. Seharusnya investor bisa menyikapi kondisi tersebut,” tukasnya, Kamis (2/8/2012).
Rudy menjelaskan berhentinya proses pembangunan sementara lantaran SBY ke Solo bisa diatasi dengan berbagai alternatif. Dicontohkannya, investor bisa mengganti proses pengerjaan gapura saat hari libur dengan menambah jumlah pegawai. “Misalnya, kalau libur selama dua hari, kan proses pengerjaan bisa dikebut dengan menambah jumlah pegawai,” ungkapnya.
Rudy menegaskan PT RAP bakal dikenai sanksi penalti hingga sanksi pemutusan kontrak lantaran tidak bisa memenuhi kesepakatan. Hal ini lantaran proses pembangunan Gapura Makhuta molor untuk kali ketiga. Diterangkannya, sesuai dengan perjanjian akhir proses pengerjaan Gapura Makutha, tidak ada kesepakatan terkait pemberian kompensasi jika proses pengerjaan molor pemanggilan kontraktor pun menurut Rudy tidak perlu dilakukan lantaran pasal-pasal yang ada di dalam kesepakatan sudah jelas.
“Perpanjangannya sudah sampai tiga kali, kalau sekarang tidak bisa menyelesaikan ya putus kerjasama. Proyek diambil alih Pemkot atau investor lain. Mekanismenya seperti apa ya nanti dibahas lagi,” tegasnya. Rudy menambahkan pihaknya juga tidak bisa memberikan denda lantaran proyek pembangunan molor. “Kalau denda tidak bisa karena mereka investasi,” jelasnya.
Sumber: solopos.com
Share artikel ini:
Ucapkan selamat tinggal pada Solo Paragon yang sebelumnya mendapatkan predikat ini. Kini calon bangunan tertinggi tersebut disandang oleh Four Points by Sheraton. Lahan bekas pabrik Faroka di Solo dalam waktu dekat akan disulap menjadi hotel mewah bernama Four Points. Dengan ketinggian hingga 120-an meter atau setara 28-32 lantai, bangunan ini akan menjadi gedung tertinggi melebihi Solo Paragon (25 lantai) dan Solo Center Point (22 lantai).

Hotel ini merupakan salah satu dari 19 hotel baru di Solo. Sebelumnya, hotel yang telah beroperasi antara lain Best Western, Fave Hotel, Solo Paragon, serta Ibis. Proses perizinan pendirian hotel tersebut telah masuk sejak tahun kemarin. Four Points by Sheraton merupakan salah satu merek jaringan operator internasional yang membidik tamu dengan segmen kelas atas. Selain memiliki ketinggian tertinggi, hotel ini nantinya juga akan memiliki kapasitas ballroom besar hingga 4.000 orang. Diharapkan, hotel-hotel baru nantinya akan memperkuat sektor MICE (bukan tikus loh ya) di Solo.
Sebelumnya, Solo Paragon menjadi bangunan tertinggi di Solo, bahkan diklaim sebagai tertinggi di Jawa Tengah dan DIY. Memiliki 25 lantai dan luas 4,1 hektare dengan ketinggian kurang lebih 100 meter. Sementara Solo Center Point akan memiliki 23 lantai (tanpa lantai 4 dan 13) dengan ketinggian sekitar 90 meter. Untuk sementara ini, hotel baru tersebut akan menggunakan branding Four Point. Tapi, karena nama hotel tersebut juga tergantung dari operator, ada kemungkinan nanti bisa berubah.
- Chez-space.blogspot.com
Share artikel ini:
Indonesia telah banyak melakukan pembangunan hingga saat ini. Beberapa bangunan terkenal dari Indonesia pun banyak dikenal dunia, seperti Candi Borobudur, Masjid Istiqlal, Garuda Wisnu Kencana, ataupun bangunan lainnya. Pembangunan seharusnya bukan hanya menjual gengsi semata, namun juga harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti dampak terhadap lingkungan dan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Sampai saat ini ada beberapa proyek pembangunan di Indonesia yang bisa dikatakan sebagai proyek mercusuar yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun saya harap apapun pembangunan itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi.
1. Jembatan Selat Sunda
Jembatan panjang ini akan menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, dengan alasan untuk meratakan kesejahteraan antar penduduk Pulau Jawa dan Sumatera. Ada beberapa pakar yang kurang setuju dengan pembangunan ini, alasannya karena jembatan ini terletak tidak jauh dari Anak Gunung Krakatau. Apabila jembatan ini selesai dibangun, dipastikan akan mengisi salah satu daftar dari jembatan terpanjang di dunia.
2. Signature Tower
Direncanakan akan dibangun di Kota Jakarta, gedung pencakar langit ini dibangun oleh seorang pengusaha yang berharap kelak gedung ini akan menjadi salah satu
signature dari Kota Jakarta. Lupakan sejenak Menara Petronas di Malaysia, karena apabila menara ini berhasil dibangun akan menjadi salah satu menara tertinggi di dunia mengalahkan Menara Petronas.
3. Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana atau dikenal dengan sebutan GWK adalah sebuah kompleks taman budaya di Pulau Bali. Terletak di bukit batu kapur, kelak di taman ini akan didirikan sebuah mahakarya berupa patung Dewa Wisnu menunggangi Garuda dan merupakan patung tertinggi di dunia. Karena tingginya, kelak patung ini akan dapat dilihat bahkan dari Nusa Dua sekalipun. Sampai saat ini pembangunan badan Dewa Wisnu dan kepala Garuda telah selesai, sementara bagian tubuh yang lain kabarnya sedang dalam masa pembuatan di salah satu daerah di Jawa Barat. (Andy Catur)
Chez-space.blogspot.com
Sumber berita :
http://chez-space.blogspot.com/2012/03/3-proyek-mercusuar-indonesia.html
Sharte artikel ini :
"Pembaca yang baik akan meninggalkan komentar dengan nama, bukan hanya "Anonim". Terima Kasih."